Box Office Avatar 3, Bukti Penonton Tak Lagi Peduli Ulasan Buruk Kritikus

Dominasi James Cameron di jagat sinema kembali teruji. Meski mendapatkan sambutan dingin dari para kritikus film, seri ketiga saga fiksi ilmiah Disney, Avatar: Fire and Ash, tetap melesat di puncak box office Amerika Utara. Film ini membuktikan bahwa bagi penonton modern, pengalaman visual yang megah jauh lebih bernilai ketimbang ulasan teknis narasi.
Pada pembukaan hari Jumat (19/12), Fire and Ash mencatatkan pendapatan sebesar 36,5 juta dolar AS dari 3.800 teater.
Proyeksi akhir pekan ini diperkirakan mencapai angka 85 juta hingga 90 juta dolar AS secara domestik. Jika digabungkan dengan pendapatan internasional, angka tersebut berpotensi menembus 365 juta dolar AS pada hari Minggu ini.
Anomali Skor: Kritik Dingin vs Respon Hangat Audiens
Ada jurang pemisah yang lebar antara pandangan kritikus dan kepuasan penonton dalam rilisan kali ini. Avatar: Fire and Ash mencatatkan skor 67 persen di Rotten Tomatoes, yang merupakan angka terendah dalam sejarah waralaba ini. Sebagai perbandingan, film original tahun 2009 meraih 81 persen, sementara The Way of Water (2022) mengantongi 76 persen.
Namun, angka di atas kertas tersebut seolah tidak relevan bagi penonton umum. Film ini berhasil meraih nilai “A” dari CinemaScore, mempertahankan tradisi nilai sempurna bagi seluruh trilogi Avatar. Hal ini menunjukkan adanya sentimen bahwa Avatar bukan sekadar film untuk ditonton, melainkan sebuah peristiwa yang harus “dialami”.
Lihat juga Avatar 3 Dapat 1 Bintang dari BBC, Disney Pertaruhkan Rp6,4 Triliun di Saga Ini
Kekuatan Visual dan Dominasi Format Premium
Ketergantungan penonton pada format layar lebar premium menjadi kunci sukses Cameron. Data menunjukkan bahwa 53 persen dari total pendapatan berasal dari pemutaran format 3D. Selain itu, layar IMAX dan Premium Large Format (PLF) menyumbang 45 persen dari pendapatan akhir pekan, dengan IMAX sendiri berkontribusi sebesar 15 persen.
Fenomena ini mempertegas posisi James Cameron sebagai sutradara yang mampu menjual teknologi visual melampaui kedalaman naskah. Para penggemar di media sosial secara terbuka memberikan pembelaan terhadap kualitas teknis film ini yang dianggap melampaui standar industri saat ini.
“James Cameron is really a visionary, the man is literally walking on Fire and Ash,” ungkap salah satu penggemar melalui pantauan RelishMix. Sentimen lain bahkan membandingkan kualitas animasi film ini dengan genre pahlawan super: “Marvel have no excuses anymore. These animations are surreal.”
Peta Persaingan Box Office Akhir Tahun
Di bawah bayang-bayang Na’vi, film animasi dari Angel Studios berjudul David berhasil mengamankan posisi kedua. Retelling kisah Daud dan Goliath ini meraup 9,6 juta dolar AS pada hari Jumat dan diprediksi akan mengantongi 25 juta dolar AS hingga Minggu. Di posisi ketiga, film thriller R-rated milik Lionsgate, The Housemaid yang dibintangi Sydney Sweeney, diperkirakan meraih 21 juta dolar AS.
Berikut adalah perincian performa lima besar box office domestik pada pekan ini:
| Judul Film | Estimasi Pendapatan 3 Hari | Skor Audiens (CinemaScore) |
| Avatar: Fire and Ash | 85 – 90 Juta Dolar AS | A |
| David | 25 Juta Dolar AS | A |
| The Housemaid | 20 – 21 Juta Dolar AS | B |
| The SpongeBob Movie | 17 Juta Dolar AS | A- |
| Zootopia 2 | 15,1 Juta Dolar AS | A (Wk 4) |
Jika Fire and Ash mampu mempertahankan momentum dan mengikuti jejak dua pendahulunya yang masing-masing meraup lebih dari 2 miliar dolar AS, Avatar akan menjadi waralaba pertama dalam sejarah perfilman yang memiliki tiga instalmen berturut-turut dengan pendapatan di atas ambang batas 2 miliar dolar AS.